Infolinks In Text Ads

Jumat, 01 Agustus 2008

Dikmen Disdik Kab. Kuningan

ARAH PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MENENGAH
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KUNINGAN
TAHUN 2007


LATAR BELAKANG.
Agenda pembangunan pendidikan suatu bangsa tidak akan pernah berhenti dan selesai. Ibarat patah tumbuh hilang berganti, selesai memecahkan suatu masalah, muncul masalah lain yang kadang tidak kalah rumitnya. Begitu pula hasil dari sebuah strategi pemecahan masalah pendidikan yang ada, tidak jarang justru mengundang masalah baru yang jauh lebih rumit dari masalah awal. Itulah sebabnya pembangunan bidang pendidikan tidak akan pernah hilang dari wacana suatu bangsa. Oleh karena itu, agenda pembangunan sektor pendidikan selalu ada dan berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat suatu bangsa.
Bangsa Indonesia tidak pernah berhenti membangun sektor pendidikan dengan maksud agar kualitas sumber daya manusia yang dimiliki mampu bersaing secara global. Jika demikian halnya, persoalan unggulan kompetitif bagi lulusan suatu institusi pendidikan sangat perlu untuk dikaji dan diperjuangkan ketercapaiannya dalam proses belajar mengajar oleh semua lembaga pendidikan di negeri ini agar lembaga pendidikan yang bersangkutan mampu menegakkan akuntabilitas kepada lingkungannya. Untuk dapat melakukan hal - hal yang demikian, lembaga pendidikan perlu melakukan berbagai upaya ke arah peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Tanpa ada peningkatan kualitas secara berkesinambungan, pembangunan pendidikan akan terjebak pada upaya sesaat dan hanya bersifat tambal sulam yang reaktif. Upaya yang demikian itu tidak akan mampu memecahkan persoalan pendidikan yang sedang dan akan kita hadapi pada era milenium III ini.
Sebaliknya, agar sektor pendidikan mampu mendorong semua proses pemberdayaan bangsa, ia harus direncanakan dan diprogramkan secara sistematis dan proaktif. Untuk dapat melakukan hal ini, kita perlu melakukan upaya - upaya yang bersifat reflektif dan reformatif. Upaya yang bersifat reflektif perlu dilakukan agar kita tidak mengulang hal-hal yang keliru di masa lampau. Bukan itu saja, dengan upaya yang bersifat reflektif, akhirnya kita akan mampu memberi makna suatu program dan proses pendidikan secara lebih kontekstual. Dengan cara seperti itu, pada akhirnya institusi pendidikan dapat membumikan programnya untuk memberdayakan peserta didik. Bukan sebaliknya peserta didik yang justru harus dikendalikan agar cocok dan sesuai dengan program serta proses yang telah ada di suatu institusi pendidikan. Kalau hal seperti itu sampai terjadi, pada akhirnya pendidikan akan terjebak pada kegiatan-kegiatan yang bersifat drilling. Kegiatan belajar yang demikian tidak akan mampu menolong peserta didik untuk mencari jati dirinya secara lebih mandiri. Akhirnya peserta didik tidak akan mampu mengembangkan kemampuan imajinatif yang bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas yang inovatif.
Upaya yang bersifat reformatif dalam proses pendidikan juga sangat diperlukan agar pendidikan kita tidak berjalan di tempat. Tujuan utama melakukan upaya yang bersifat reformatif dalam sektor pendidikan ialah untuk melakukan rekonstruksi sosial ke arah bentuk masyarakat madani ideal seperti yang dicita citakan. Dengan upaya yang reformatif, semua praksis pendidikan yang bertentangan dengan proses demokratisasi kehidupan yang sehat, adil, dan berharkat, perlu disingkirkan.
Dengan paradigma yang demikian itu, rekonstruksi sosial akan mampu membangun masyarakat menjadi masyarakat madani yang penuh dengan praktik-praktik kehidupann atas`dasar kasih sayang antara sesama warga masyarakat secara egaliter.
Pembangunan bidang pendidikan khususnya Pendidikan Menengah untuk tahun 2007 senantiasa dikembangkan dengan menganalisis situasi saat ini yakni untuk perluasan akses pendidikan pada dua tahun kedepan akan muncul tekanan kebutuhan daya tampung SMA dan SMK akibat keberhasilan wajar dikdas 9 tahun. Sementara untuk pemerataan yang berkeadilan di bidang pendidikan masih dirasa memberatkan oleh kelompok masyarakat miskin, hal ini terjadi dengan melihat kenyataan bahwa pendidikan masih dirasakan mahal.
Begitu juga kalau dilihat dari layanan bahwa fasilitas yang ada masih belum tersebar secara merata, sarana prasarana untuk menunjang terwujudnya kualitas pendidikan yang baik masih belum sesuai dengan standar pelayanan minimal, dan belum sepenuhnya dapat melayani anak - anak berkebutuhan khusus. Sementara kalau dilihat dari kelayakan tenaga kependidikan dalam mengajar masih berkisar 23 % lebih guru yang mengajar termasuk ke dalam kelompok tidak layak terutama disebabkan oleh tidak sesuainya latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Dengan kata lain, layanan pendidikan saat ini dirasa belum mampu memenuhi kebutuhan kompetensi peserta didik, di lain pihak pendidikan diharapkan harus mampu menghasilkan lulusan yang dapat bersaing secara global.


KEBIJAKAN STRATEGIS (Prioritas tahun 2007)
Program pembinaan pendidikan menengah yang mencakup Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditujukan untuk (1) memperluas jangkauan dan daya tampung SMA, SMK bagi seluruh masyarakat; (2) meningkatkan kesamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi kelompok yang kurang beruntung, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil, masyarakat miskin, dan anak yang berkelainan; (3) meningkatkan kualitas pendidikan menengah sebagai landasan bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan kebutuhan dunia kerja; (4) meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya pendidikan yang tersedia; (5) meningkatkan keadilan dalam pembiayaan dengan dana publik; (6) meninkatkan efektivitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat; (7) meningkatkan kinerja personal dan lembaga pendidikan; ( meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mendukung program pendidikan, dan ; (9) meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.


SASARAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN 2007
Sasaran yang akan dicapai oleh program pembinaan pendidikan menengah adalah (1) meningkatnya Angka partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) SMA, SMK; (2) meningkatnya daya tampung lulusan SLTP dan MTs sebagai hasil percepatan penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun; (3) mewujudkan sekolah yang lebih demokratis, transparan, efisien, akuntabel, serta mendorong partisipasi masyarakat; (4) terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan baik dititik beratkan kepada peserta didik, tenaga kependidikan, dan lembaga persekolahan; (5) terwujudnya manajemen pendidikan yang berbasis sekolah / masyarakat (school/ community based management) dengan mengenalkan konsep dan mengoptimalkan peran Dewan Pendidikan serta pemberdayaan atau pembentukan Komite Sekolah di sekolah.


KEGIATAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN 2007
Kegiatan pokok dalam mengupayakan pemerataan pendidikan menengah adalah (1) membangun sekolah denan prasarana yang memadai, termasuk sarana olah raga, baik diperkotaan maupun dipedesaan yang disesuaikan dengan kebutuhan setempan, potensi daerah, pemetaan sekolah, kondisi geografis, seta memperhatikan keberadaan sekolah swasta; (2) menerakan alternatif layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang beruntung yaitu masyarakat miskin; (3) memberikan bea siswa kepada siswa yang berprestasi dan/atau dari keluarga yang tidak mampu, dengan mempertimbangkan peserta didik perempuan secara proporsional; dan (4) memberikan subsidi untuk sekolah swasta, seperti dalam bentuk imbal swadaya dan bentuk bantuan lainnya.

Kegiatan pokok dalam upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan menengah adalah (1) meningkatkan kmampuan profesional dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya, antara lain melalui pemberian akreditasi dan sertifikasi mengajar bidang tertentu yang ditinjau dan dievaluasi secara periodik, serta penyempurnaan sistem angka kredit untuk peningkatan karier guru; (2) menerapkan dan mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai dengan kebutuhan dan potensi pembangunan daerah, mampu meningkatka kreativitas guru, dan tidak bias gender sesuai dengan kapasitas peserta didik, serta menekankan perlunya peningkatan keimanan dan ketaqwaan, wawasan kebangsaan, kesehatan jasmani, kepribadian yang berakhlak mulia, beretos kerja, memahami hak dan kewajiban, serta meningkatkan penguasaan ilmu-ilmu dasar (matematika, sains dan teknologi, bahasa dan sastra, ilmu sosial, dan bahasa inggris). (3) meningkatkan standar mutu secara bertahap agar lulusan pendidikan menengah mampu bersaing dengan lulusan pendidikan menengah di daerah-daerah lain; (4) menerapkan kurikulum berbasis kompetensi pada sekolah menengah kejuruan untuk memenuhi tuntutan masyarakat tenaga kerja; (5) mengemangkan lomba karya ilmiah dan sejenisnya yang disesuaikan dengan standar yang dipakai di dunia pendidikan internasional; (6) melakukan pendekatan pada dunia usaha dan dunia industri untuk melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah menengah, khususnya pendidikan menengah kejuruan dalam mengembangkan perencanaan, pengembangan materi pelajaran, implementasi kegiatan, dan penilaian program pengajaran; (7) mengembangkan program-program ketrampilan kejuruan pada SMA yang sesuai dengan lingkungan setempat atau tuntutan dunia kerja setempat agar para lulusan SMA yang tidak memiliki peluang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dapat bersaing dalam memasuki dunia kerja; ( meningkatkan pengadaan, penggunaan, dan perawatan sarana dan prasarana pendidikan termasuk buku dan alat peraga, perpustakaan, dan laboratorium bagi sekolah sekolah negeri dan swasta secara bertahap; (9) meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar mengajar melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian proses dan hasil belajar secara bertahap dan berkelanjutan serta mengembangkan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian dan kualitas pendidikan; (10) meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas kerja kelembagaan dan pengelolaan sumber dana sehingga peran dan tanggung jawab sekolah-sekolah, pemerintah daerah termasuk lembaga legislatif dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan makin nyata.
Kegiatan pokok dalam upaya peningkatan manajemen pendidikan menengah adalah (1) melaksanakan demokratisasi dan desentralisasi pendidikan antara lain dengan pembentukan dan peningkatan peranan Komite sekolah meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah; (2) mengembangkan manajemen berbasis sekolah (School based management) untuk meingkatkan kemandirian sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan; (3) meninkatkan partisipasi masyarakat agar dapat menjadi mitra kerja pemerintah yang serasi dalam pembinaan pendidikan menengah; (4) mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata, baik untuk sekolah negeri maupun swasta; (5) mengembangkan sistem insentif yang mendorong kompetisi yang sehat antar lembaga dan personel sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan; (6) memberdayakan personel dan lembaga antara lain dilakukan melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh lembaga profesional. Program pemberdayaan itu perlu diikuti dengan pemantauan dan evaluasi secara bertahap dan intensif agar kinerja sekolah dapat bertahan sesuai dengan standar mutu pendidikan yang ditetapkan; (7) meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan, yang tidak sesuai lagi dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan; ( merintis pembentukan badan akreditasi dan sertifikasi mengajar di daerah untuk meningkatkan kualitas tenaga kependidikan secara independen.

ACTION PLAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN 2007
1. Perluasan akses pendidikan
a. pembangunan unit sekolah baru (USB)
b. pembangunan ruang kelas baru (RKB)
c. penyelenggaraan rehabilitasi ruang belajar
d. rehabilitasi gedung sekolah
e. pemberian bantuan bea siswa bakat dan prestasi
f. pemberian bantuan beasiswa bagi siswa yang tidak mampu di bidang ekonomi
g. pemberian bantuan khusus murid (BKM)
2. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan
a. pelatihan guru SMA/SMK
b. revitalisasi MGMP
c. pelatihan calon kepala SMA/SMK
d. penyelenggaraan lomba guru berprestasi
e. penyelenggaraan lomba kreativitas dan audisi seni siswa
f. penyelenggaraan lomba kompetensi siswa SMK
g. penyelenggaraan olimpiade MIPA ekonomi dan komputer bagi siswa SMA
h. pengiriman tim popda ke tingkat propinsi
i. penyelenggaraan debat bahasa inggris SMA/SMK
j. pengembangan program kemitraan nusantara ITB
k. pengembangan sekolah bertaraf nasional/internasional SMA/SMK
l. pengembangan sekolah bernuansa lingkungan
m. pengembangan sekolah sehat
n. penyelenggaraan akreditasi sekolah
o. penyelenggaraan uji kompetensi SMK
p. pelaksanaan re-engineering SMK
q. pelaksanaan magang di dunia usaha dan dunia industri bagi SMK.
3. Manajemen pendidikan.
a. optimalisasi manajemen berbasis sekolah
b. optimalisasi peran dan fungsi komite sekolah
c. optimalisasi peran dan fungsi dewan pendidikan
d. pemberdayaan MKKS SMA/SMK

-------------------------------------------------------------
Sumber:
http://nayat.wordpress.com/2007/05/24/visi-misi-diknas/

Tidak ada komentar:



Copyright (c) 2005 - 2009
Powered by: Rudy H and Online Zuperstore